<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Struktur Rumah&#124;Internet Marketing &#187; Pembangunan Rumah</title>
	<atom:link href="http://strukturrumah.com/tag/pembangunan-rumah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://strukturrumah.com</link>
	<description>Tutorial Membuat Rumah yg Benar &#38; Internet Marketing</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Aug 2010 20:22:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
<image>
<link>http://strukturrumah.com</link>
<url>http://strukturrumah.com/wp-content/mbp-favicon/favicon.ico</url>
<title>Blog Struktur Rumah|Internet Marketing</title>
</image>
		<item>
		<title>HAL-HAL YG SERING TERABAIKAN DLM PEMBANGUNAN RUMAH</title>
		<link>http://strukturrumah.com/hal-hal-yg-sering-terabaikan-dlm-pembangunan-rumah/</link>
		<comments>http://strukturrumah.com/hal-hal-yg-sering-terabaikan-dlm-pembangunan-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 14:48:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denawi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Struktur Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Lantai Satu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strukturrumah.com/?p=828</guid>
		<description><![CDATA[Dalam melakukan pelaksanaan pekerjaan pembangunan rumah atau bangunan sipil yang sejenis, ada beberapa pekerjaan penunjang yang sering terabaikan, sedangkan pekerjaan penunjang tersebut sangat berpengaruh pada hasil akhir. Seperti, pengukuran siku dari bangunan, terkadang pengukuran hanya sampai pada pekerjaan sloof, karena menganggap sloof sudah siku, sehingga saat memulai pekerjaan pemasangan bata, bangunan tidak disiku ulang, padahal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam melakukan pelaksanaan pekerjaan pembangunan rumah atau bangunan sipil yang sejenis, ada beberapa pekerjaan penunjang yang sering terabaikan, sedangkan pekerjaan penunjang tersebut sangat berpengaruh pada hasil akhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti, pengukuran siku dari bangunan, terkadang pengukuran hanya sampai pada pekerjaan sloof, karena menganggap sloof sudah siku, sehingga saat memulai pekerjaan pemasangan bata, bangunan tidak disiku ulang, padahal ada kemungkinan sloof tidak siku akibatnya dinding menjadi tidak siku, dan diketahui kalau bangunan tersebut tidak siku saat pekerjaan pemasangan lantai, bila hal ini terjadi biasanya agar bangunan tersebut menjadi siku, plesteran dinding dibuat tebal mengikuti selisih ukuran.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar hal ini tidak terjadi sebaiknya pengukuran siku bangunan di mulai saat pekerjaan bouwplank, kemudian disiku kembali pada pekerjaan fondasi, juga pada pekerjaan sloof, dan terakhir disiku kembali saat memulai pekerjaan pemasangan dinding.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurang penyiraman air atau perendaman, ada beberapa pekerjaan yang sebelum dimulai sebaiknya material disiram air atau direndam, seperti pekerjaan sloof sebelum melakukan pengecoran sebaiknya disiram air selain untuk membersihkan kotoran yang ada pada begesting juga agar beton dapat meresap pada fondasi, pada pekerjaan pemasangan bata sebelum dimulai sebaiknya bata disiram, juga pada pekerjaan plesteran atau acian, dan pada pekerjaan pemasangan keramik, sebaiknya keramik <a href="http://strukturrumah.com/mengapa-beton-perlu-disiram-airdirendam/">disiram air</a>, tujuannya agar spesi dapat meresap kedalam keramik.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ada juga pekerjaan yang bila selesai dikerjakan sebaiknya disiram atau direndam air, seperti pekerjaan bata, plesteran, acian dan pekerjaan beton.<span id="more-828"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pekerjaan pembesian , khususnya pada pembangunan rumah-rumah lantai satu, sering sekali diabaikan cara-cara pembesian sesuai dengan standar teknis yang ada seperti, pada ujung atau akhir dari besi tidak dibengkokan atau di kni, pertemuan sudut tidak diikat dengan bindrat, seperti contoh gambar dibawah ini :</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-full wp-image-829" title="pertemuan besi" src="http://strukturrumah.com/wp-content/uploads/2009/11/pertemuan-besi.JPG" alt="pertemuan besi" width="259" height="166" /><img class="alignnone size-full wp-image-830" title="bekokan begel" src="http://strukturrumah.com/wp-content/uploads/2009/11/bekokan-begel.JPG" alt="bekokan begel" width="318" height="180" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pada <a href="http://strukturrumah.com/cara-melakukan-pengecoran-beton-berdasarkan-peraturan-beton-indonesia/">pekerjaan beton</a>, komposisi campuran sering kali diabaikan (terutama untuk bangunan lantai satu), bila pengadukan beton secara manual, terutama perbandingan jumlah dari split atau krikil sering dibawah takaran yang disyaratkan, dan juga terkadang split menggunakan bekas dari ayakan pasir, sehingga mutu beton tidak baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan banyak pekerjaan pekerjaan yang sering dianggap tidak begitu penting, sehingga dikerjakan tidak sesuai dengan standar teknis yang ada padahal akan berpengaruh pada kekuatan dari bangunan tersebut, antara lain : pertemuan kayu pada pembuatan kosen saat ini sering menggunakan paku seharusnya menggunakan pasak, anggkur pemasangan kusen pada dinding menggunakan paku seharusnya menggunakan besi beton diameter 8mm, pembuatan kuda-kuda dari kayu jarang menggunakan pasak.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada pekerjaan pasangan dinding bata yang berada diatas sloof sampai dengan minimal 30 cm seharusanya menggunakan spesi dengan komposisi campuran 1:3 (pasangan trasram), yang berfungsi untuk mencegah agar air yang berada di lantai / dibawah permukaan lantai tidak naik kedinding, untuk mencegah dinding tidak lembab (berjamur). Pasangan trasram saat ini jarang sekali digunakan, sehingga sering terjadi dinding rumah berjamur atau lembab yang mengakibatkan<a href="http://strukturrumah.com/mengecat-ulang/"> cat mengelupas</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strukturrumah.com/hal-hal-yg-sering-terabaikan-dlm-pembangunan-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CARA MENGHITUNG RAP (Rencana Anggaran Pelaksanaan) PEMBANGUNAN RUMAH</title>
		<link>http://strukturrumah.com/cara-menghitung-rap-rencana-anggaran-pelaksanaan-pembangunan-rumah/</link>
		<comments>http://strukturrumah.com/cara-menghitung-rap-rencana-anggaran-pelaksanaan-pembangunan-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 19:02:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denawi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Struktur Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Rencana Anggaran Pelaksanaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strukturrumah.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[By : Denawi Usman Yang dimaksud dengan RAP (Rencana Anggaran Pelasanaan ), adalah kebutuhan material dan tenaga secara detail untuk menyelesaikan suatu bangunan, atau dapat juga dimaksud dengan penjabaran dari RAB (Rencana Anggaran Biaya). Pada umumnya RAB digunakan untuk mengajukan penawaran pekerjaan borongan, sedangkan RAP digunakan untuk menentukan jumlah material dan tenaga dalam pelaksanaan pembangunan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By : <a href="http://strukturrumah.com/about/">Denawi Usman</a></p>
<p class="MsoNormal">Yang dimaksud dengan RAP (Rencana Anggaran Pelasanaan ), adalah kebutuhan material dan tenaga secara detail untuk menyelesaikan suatu bangunan, atau dapat juga dimaksud dengan penjabaran dari<a href="http://strukturrumah.com/rencana-anggaran-biaya/"> RAB (Rencana Anggaran Biaya)</a>.</p>
<p class="MsoNormal"><span>Pada umumnya RAB digunakan untuk mengajukan penawaran pekerjaan borongan, sedangkan RAP digunakan untuk menentukan jumlah material dan tenaga dalam pelaksanaan pembangunan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>RAB dihitung berdasarkan Analisa BOW sedangkan RAP dihitung dengan kombinasi antara </span><a href="http://strukturrumah.com/analisa-pekerjaan-sipil/">analisa BOW</a><span> dan kebutuhan sesungguhnya. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Contoh Perhitungan RAP.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><img class="aligncenter size-full wp-image-425" title="fondasi-stal-tengah" src="http://strukturrumah.com/wp-content/uploads/2009/07/fondasi-stal-tengah.jpg" alt="fondasi-stal-tengah" width="435" height="366" /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><strong>1. Fondasi Batu kali</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><!--[if gte vml 1]><v:shapetype  id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t"  path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"> <v:stroke joinstyle="miter" /> <v:formulas> <v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0" /> <v:f eqn="sum @0 1 0" /> <v:f eqn="sum 0 0 @1" /> <v:f eqn="prod @2 1 2" /> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth" /> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight" /> <v:f eqn="sum @0 0 1" /> <v:f eqn="prod @6 1 2" /> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth" /> <v:f eqn="sum @8 21600 0" /> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight" /> <v:f eqn="sum @10 21600 0" /> </v:formulas> <v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect" /> <o:lock v:ext="edit" aspectratio="t" /> </v:shapetype><v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style='width:326.25pt;  height:274.5pt'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\denawi\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.gif" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\denawi\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.gif"   o:title="Fondasi stal tengah" /> </v:shape><![endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Pertama-tama hitung total panjang Fondasi, misal didapat panjang fondasi 75 meter, kemudian hitung luas penampang yaitu dg cara (0,7 + 0,3)/2 x 0,7 = 0,35 m2, sehingga didapat Volume pasangan fondasi = 0,35 m2 x<span> </span>75 m = 26,25 m3.<span id="more-424"></span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Maka material yang dibutuhkan adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Campuran 1 semen : 3 Pasir</span></p>
<ol type="a">
<li class="MsoNormal"><span>Batu kali = 26,25 m3      x 1,2 <span> </span>= <span> </span>31,5 m3</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Semen<span> </span>= 26,25 m3 x<span> </span>202 kg = 5.302,5 kg (pc 40kg = 132,6 zak      atau pc 50 kg = 106 zak).</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span>Campuran 1 semen : 4 Pasir.</span></p>
<ol type="a">
<li class="MsoNormal"><span>Batu kali = sama      seperti diatas</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Semen<span> </span>= 26,25 m3 x 163 kg = 4.278,75 kg (pc      40 kg = 107 zak pc 50 kg = 86 zak).</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span>Campuran 1 semen : 5 Pasir.</span></p>
<ol type="a">
<li class="MsoNormal"><span>Batu kali = sama      seperti diatas.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Semen<span> </span>= 26,25 m3 x 136 kg = 3.570 kg (pc 40      kg = 89,25 zak, pc 50 kg = 71,4 zak).</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span>Campuran 1 semen : 6 Pasir.</span></p>
<ol type="a">
<li class="MsoNormal"><span>Batu kali = sama      seperti diatas.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Semen<span> </span>= 26,25 m3 x 117 kg = 3.071,25 kg (pc 40      kg = 77 zak, pc 50 kg = 61,4 zak).</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span>Campuran 1 semen : 8 Pasir</span></p>
<ol type="a">
<li class="MsoNormal"><span>Batu kali = sama      seperti diatas.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Semen<span> </span>= 26,25 m3 x 91 kg = 2.388,75 kg (pc 40      kg = 60 zak, pc 50 kg = 48 zak )</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span>Kebutuhan Tenaga.</span></p>
<ol type="a">
<li class="MsoNormal"><span>Pekerja<span> </span>= 26,25 m3 x 1,5 = 39,4 OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Tukang<span> </span>= 26,25 m3 x 0,6 = 16<span> </span>OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kep.Tkg = 26,25 m3 x      0,06= 1,6<span> </span>OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mandor<span> </span>= 26,25 m3 x 0,075=2<span> </span>OH</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dari </span><a href="http://strukturrumah.com/analisa-pekerjaan-sipil/">analisa </a><span>kebutuhan tenaga seperti diatas, kita dapat menentukan berapa waktu yang dibutuhkan dan jumlah tenaga, untuk menyelesaikan pekerjaan Pemasangan Fondasi tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan analisa diatas dapat digunakan sebagai pedoman biaya untuk patokan harga borongan, bila merencanakan untuk membangun rumah pelaksanaannya menggunakan tenaga harian, kita dapat memperkirakan berapa jumlah pekerja dan tukang yg digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam waktu yg sudah ditentukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Contoh : Dari perhitungan analisa diatas, untuk menyelesaikan pekerjaan pemasangan fondasi ditentukan waktu 10 hari kerja, maka pekerja yang dibutuhakan 39,4/10 = 3,9 = 4 orang, Tukang 16+2+1,6=19,6/10 = 2 orang, jumlah tenaga tersebut adalah jumlah tenaga maksimum, sehingga dalam pelaksanaan tidak harus dipenuhi semua, melihat kondisi lapangan, bila tenaga sesuai dengan hitungan diatas waktu penyelesaiannya lebih dari 10 hari perlu ditinjau cara kerja tenaga tersebut,bisa tenaga belum ahli dibindangnya atau cara kerjanya terlalu pelan, apabila hal itu yang terjadi sebaiknya tenaga pelaksananya diganti.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>2. Cara Menghitung Kebutuhan Material dan Upah Pekerjaan Sloof 15/20</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span><!--[if gte vml 1]><v:shape  id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" style='width:431.25pt;height:295.5pt'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\denawi\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image002.png" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\denawi\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image002.png"   o:title="Sloof lantai 1" /> </v:shape><![endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> <img class="aligncenter size-full wp-image-427" title="slof1" src="http://strukturrumah.com/wp-content/uploads/2009/07/slof1.jpg" alt="slof1" width="448" height="305" /><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Gambar sloof diatas, pertama-tama hitung total panjang sloof, misal didapat 85 meter, kemudian cari volume yaitu 0,2 m x 0,15 m x 85 m = 2,55 m3.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Untuk menghitung kebutuhan material sloof ada 3 item pekerjaan yaitu : Material beton, material besi, material begesting.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>a. Beton campuran <span> </span>dg mutu K 150</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Untuk mutu beton ada beberapa macam mulai dari B0,K100,K 125,K 150,K175,K 225,K 300.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Disini penulis menggunakan mutu beton K 150, krn untuk pembuatan beton dengan cara manual lebih mudah mencapai K 150, sedangkan untuk mutu diatasnya harus dengan pengawasan yg teliti.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kebutuhan Material :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>1.<span> </span></span></span><span><span>semen = 2,55 m3 x<span> </span>299<span> </span>kg = 762,45 kg ( pc 40 kg = 19,06 zak). </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>2.<span> </span></span></span><span><span>Pasir<span> </span>= 2,55 m3 x 799<span> </span>kg = 2.037,45 kg (Bj =1,6) = 1,3 m3</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>3.<span> </span></span></span><span><span>Krikil<span> </span>= 2,55 m3 x 1.017 kg = 2.593,35 kg (Bj = 1,9)= 1,4 m3</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kebutuhan Tenaga :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Pekerja<span> </span><span> </span>= 2,55 m3 x 1,65<span> </span>= 4,21 OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Tukang<span> </span><span> </span>= 2,55 m3 x<span> </span>0,275= 0,7<span> </span>OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kep.Tukang = 2,55 m3      x 0,03<span> </span>= 0,08 OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mandor<span> </span>=<span> </span>2,55 m3 x 0,083 = 0,212 OH</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>b. Pembesian (perhitungan dg besi polos)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>KebutuhanMaterial :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Tulangan pokok 4 d      10.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span>Pajang total sloof 85 meter</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Besi beton yang diperlukan 4 bh x 85 meter = 340 meter /12 meter (panjang 1 batang besi beton standar 12 meter) = 28,33batang atau 28,33 batang x 7,4 kg = 209,7 kg.</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Tulangan      begel/pembagi d 8 – 15</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span>Panjang Total sloof 85 meter</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Jumlah begel yg diperlukan 85/0,15 = 566,7 =567 bh.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Panjang 1 bh besi begel = {(2&#215;15)+(2&#215;20)}-{(2&#215;2)+(2&#215;2)}+5cm = 67 cm.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Angka 15 cm adalah lebar sloof atas bawah, 20 cm tinggi sloof kiri kanan , 2 cm selimut beton atas bawah kiri kanan, 5 cm pembengkokan ujung.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Total kebutuhan panjang besi untuk begel = 567 bh x 0,67 m = 379,9=380 meter/12 = 32 batang x 4,74 kg = 151,7 = 152 kg.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Total kebutuhan besi beton untuk membuat sloof sepanjang 85 meter = 209,7 kg + 152 kg = 361,7 kg Kebutuhan kawat bindrat 10% dari berat besi beton = 3,61 kg = 4 kg.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kebutuhan Tenaga :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>1.<span> </span></span></span><span><span>Pekerja<span> </span><span> </span>=<span> </span>361,7 kg x 0,007 <span> </span><span> </span>= 2,5 <span> </span><span> </span>OH.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>2.<span> </span></span></span><span><span>Tukang <span> </span>=<span> </span>361,7 kg x 0,0007<span> </span><span> </span>= 0,25<span> </span>OH</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>3.<span> </span></span></span><span><span>Kep.Tukang = <span> </span>361,7 kg x 0,00007 <span> </span>= 0,025OH</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>4.<span> </span></span></span><span><span>Mandor<span> </span>=<span> </span>361,7 kg x 0,0004<span> </span>= 0,145 OH</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>c. Begesting.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kebutuhan Material :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Luas begesting = (85 m x 0,2 m)x 2 = 34 m2</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kebutuhan Material :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>1.<span> </span>Papan 2/20x3m<span> </span>= 34 x 1,7 lbr = 57,8 lbr</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>2.<span> </span>Paku 2”-5”<span> </span>= 34 x 0,3 kg = 10,2 kg</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Untuk material papan dari kebutuhan 57,8 lbr, tidak harus dipenuhi semua cukup 50% dari kebutuhan total, karna pengerjaan sloof biasanya tidak dikerjakan serentak, sehingga papan yg sudah dipakai dapat digunakan kembali.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kebutuhan Tenaga :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Pekerja <span> </span>= 34 m2 x 0,52 OH<span> </span>= 17,68 OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Tukang<span> </span>= 34 m2 x 0,26 OH<span> </span>=<span> </span>8,84<span> </span>OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kep.Tukang<span> </span>= 34 m2 x 0,026 OH<span> </span>=<span> </span>0,884OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mandor<span> </span>= 34 m2 x 0,026 OH<span> </span>=<span> </span>0,884OH</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Total kebutuhan untuk membuat sloof sepanjang 85 meter :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Material :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>PC (semen 40 kg/zak)      <span> </span>=<span> </span>19 zak .</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pasir <span> </span>=<span> </span>2.037,45 kg (1,3 m3)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Split (koral/krikil)<span> </span>=<span> </span>2.593,25 kg (1,4 m3)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Besi beton d 10 mm<span> </span>=<span> </span>28,33 btg/ 29 batang</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Besi Beton d 8mm<span> </span>=<span> </span>32 batang</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Bindrat<span> </span>=<span> </span>4,3 kg</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Papan 2/30x3m<span> </span>=<span> </span>57,8 lbr</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Paku<span> </span>=<span> </span>10,2 kg</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span>Upah :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Pekerja<span> </span>=<span> </span>24,39<span> </span>OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Tukang<span> </span>=<span> </span>9,79<span> </span>OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kep.Tukang<span> </span>=<span> </span>0,989 OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mandor<span> </span>=<span> </span>1,2<span> </span>OH</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span>Maka untuk setiap 1 m sloof dengan dimensi dan penulangan seperti gambar diatas kebutuhan Material dan upah adalah :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>PC (semen 40 kg/zak)      <span> </span>=<span> </span>0,224 zak .</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pasir <span> </span>= <span> </span>0,02<span> </span><span> </span>m3</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Split (koral/krikil)<span> </span>=<span> </span><span> </span>0,02<span> </span>m3</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Besi beton d 10 mm<span> </span>=<span> </span><span> </span>0,333 batang</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Besi Beton d 8mm<span> </span>=<span> </span>0,377 batang</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Bindrat<span> </span><span> </span>=<span> </span>0,051 kg</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Papan 2/30x3m<span> </span>=<span> </span>0,68 <span> </span>lbr</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Paku<span> </span><span> </span>=<span> </span>0,12 <span> </span>kg</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span>Upah :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Pekerja<span> </span>=<span> </span><span> </span>0,29<span> </span>OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Tukang<span> </span>=<span> </span><span> </span>0,94<span> </span>OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kep.Tukang<span> </span>=<span> </span>0,0116 OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mandor<span> </span>=<span> </span>0,0141 OH</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span>Bila pembaca akan membuat sloof dengan ukuran seperti gambar diatas, hitung pajang total sloof,kemudian kalikan kebutuhan material atau<span> </span>upah setiap 1 meter sloof.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Tetapi untuk kebutuhan material alam biasanya lebih dari perhitungan sampai dengan 75% karna pengaruh pada pengukuran dibak truck, sehingga untuk pasir dari kebutuhan 0,02 m3 menjadi 0,035 m3, sedangkan untuk split mencapai 25% maka kebutuhan split 0,02 m3 = 0,025 m3.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Saran untuk membeli material alam sebaiknya pendatangan tdk sekaligus, usahakan bertahap, karna bila terlalu banyak material dapat mempersulit gerak pekerja,dan akan banyak yg tercecer.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> <strong>3.<span> </span>Cara Menghitung Kebutuhan Material dan Upah Pekerjaan Kolom 15/15</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span></span></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-428" title="fondasi-kolom" src="http://strukturrumah.com/wp-content/uploads/2009/07/fondasi-kolom.jpg" alt="fondasi-kolom" width="206" height="410" /></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Cara mencari kebutuhan material kolom,hampir sama dengan cara menghitung kebutuhan material beton lainnya,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Tentukan tinggi kolom (perhitungan tinggi kolom diukur mulai dari permukaan sloof sampai dengan bawah ringbalk) kemudian hitung jumlah kolom, contoh tinggi kolom 3,5 meter dan jumlah kolom 30 buah, maka 30 x 3,5 = 105 meter ( panjang total kolom).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Volume kolom = 0,15 x 0,15 x 105 = 2,36 m3.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><!--[if gte vml 1]><v:shape  id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" style='width:153.75pt;height:309pt'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\denawi\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image004.gif" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\denawi\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image004.gif"   o:title="KOLOM PRAKTIS" /> </v:shape><![endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>a. Beton campuran<span> </span>dg mutu K 150</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Untuk mutu beton ada beberapa macam mulai dari B0,K100,K 125,K 150,K175,K 225,K 300.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Disini penulis menggunakan mutu beton K 150, krn untuk pembuatan beton dengan cara manual lebih mudah mencapai K 150, sedangkan untuk mutu diatasnya harus dengan pengawasan yg teliti.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kebutuhan Material :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>semen = 2,36 m3      x<span> </span><span> </span>299<span> </span>kg = <span> </span>705,64 kg ( pc 40 kg =      17,64 za k). </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pasir<span> </span>= 2,36 m3 x <span> </span>799<span> </span>kg = 1.885,64 kg (Bj = 1,6) = 1,2 m3</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Krikil<span> </span>= 2,36<span> </span>m3 x 1.017 <span> </span>kg = 2.400,12 kg      (Bj = <span> </span>1,9)= 1,3 m3</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span>Kebutuhan Tenaga :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Pekerja<span> </span><span> </span>=      2,36 <span> </span>m3 x 1,65<span> </span><span> </span>=      3,8944OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Tukang<span> </span><span> </span>=      2,36 <span> </span>m3 x<span> </span>0,275 = 0,7<span> </span><span> </span>OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kep.Tukang <span> </span>= 2,36<span> </span>m3 x 0,03<span> </span><span> </span>= 0,071 OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mandor<span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span>=      2,36 m3 x 0,083<span> </span>= 0,196 OH</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>b. Pembesian (perhitungan dg besi polos)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>KebutuhanMaterial :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Tulangan pokok 4 d      10.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>Pajang total kolom 105 meter</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Besi beton yang diperlukan 4 bh x 105 meter = 420 m /12 m = 35 btg atau 35 batang x 7,4<span> </span>kg = 259 kg. <span> </span></span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Tulangan      begel/pembagi d 8 – 15</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span>Panjang Total 105 meter</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Jumlah begel yg diperlukan 105/0,15 = 700 bh.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Panjang 1 bh besi begel = {(4&#215;15)}-{(2&#215;2)+(2&#215;2)}+5cm = 57 cm.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Angka 15 cm adalah lebar/panjang, 2 cm selimut beton atas bawah kiri kanan, 5 cm pembengkokan ujung.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Total kebutuhan panjang besi untuk begel = 700 bh x 0,57 m = 399= 400 meter/12 = 33,25 batang x 4,74 kg = 157,6 = 158 kg.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Total kebutuhan besi beton untuk membuat kolom sepanjang 105 meter = 259 kg + 158 kg = 518 kg Kebutuhan kawat bindrat 10% dari berat besi beton = 5,18 kg = 5 kg.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kebutuhan Tenaga :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>1.<span> </span></span></span><span><span>Pekerja<span> </span>= 518 kg x 0,007<span> </span>= 3,63<span> </span><span> </span>OH.</span></span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Tukang<span> </span>= 518 kg x 0,0007<span> </span>= 0,326 <span> </span>OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kep.Tukang = 518kg x      0,00007<span> </span>= 0,0326OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mandor<span> </span>= 518kg x 0,0004<span> </span>= 0,21 <span> </span>OH</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>c. Begesting.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kebutuhan Material :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Luas begesting = (105 m x 0,15 m)x 2 = 31,5 m2</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Perhitungan luas begesting hanya dua sisi, karena dua sisi yang lain begesting tidak dihitung sebabkan adanya pasangan bata, tetapi bila kolom utama untuk bangunan 2 lantai begesting dihitung empat sisi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kebutuhan Material :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>1.<span> </span>Papan 2/30x3m<span> </span>= 31,5 x 1,7 lbr = 53,55 lbr</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>2.<span> </span>Paku 2”-5”<span> </span>= 31,5 x 0,3 kg =<span> </span>9,45 kg</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Untuk material papan kebutuhan 63 lbr, tidak harus dipenuhi semua, lihat kondisi lapangan apakah begesting bekas sloof masih dapat digunakan kembali, tetapi dalam perhitungan Anggaran tetap dimaksukan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kebutuhan Tenaga :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Pekerja <span> </span>= 31,5 m2 x 0,52 OH<span> </span>= 16,38 OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Tukang<span> </span>= 31,5 m2 x 0,26 OH<span> </span>=<span> </span>8,19<span> </span>OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kep.Tukang<span> </span>= 31,5 m2 x 0,026 OH<span> </span>=<span> </span>0,819OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mandor<span> </span>= 31,5 m2 x 0,026 OH<span> </span>=<span> </span>0,819OH</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Total kebutuhan untuk membuat kolom sepanjang 105 meter :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Material :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>PC (semen 40 kg/zak)      <span> </span>=<span> </span>17,64<span> </span>zak .</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pasir <span> </span>=<span> </span>1,20 <span> </span><span> </span>m3</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Split (koral/krikil)<span> </span>=<span> </span>1,30<span> </span><span> </span>m3</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Besi beton d 10 mm<span> </span>=<span> </span>35<span> </span><span> </span>batang</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Besi Beton d 8mm<span> </span>=<span> </span>33,25 <span> </span>batang </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Bindrat<span> </span>=<span> </span>5<span> </span><span> </span><span> </span>kg</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Papan 2/30x3m<span> </span>=<span> </span>53,55 lbr</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Paku<span> </span>=<span> </span>9,45 kg</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span> Upah :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Pekerja<span> </span>=<span> </span>23,91<span> </span>OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Tukang<span> </span>=<span> </span>9,216 OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kep.Tukang<span> </span>=<span> </span>0,923 OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mandor<span> </span>=<span> </span>1,23<span> </span>OH</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span>Maka untuk setiap 1 m kolom dengan dimensi dan penulangan seperti gambar diatas kebutuhan Material dan upah adalah :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>PC (semen 40 kg/zak)      <span> </span>=<span> </span>0,20 zak .</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pasir <span> </span>=<span> </span>0,02<span> </span>m3</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Split (koral/krikil)<span> </span>=<span> </span>0,02<span> </span>m3</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Besi beton d 10 mm<span> </span>=<span> </span>0,333 batang</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Besi Beton d 8mm<span> </span>=<span> </span>0,317 batang</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Bindrat<span> </span>=<span> </span>0,050 kg</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Papan 2/30x3m<span> </span>=<span> </span>0,51<span> </span>lbr</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Paku<span> </span><span> </span>=<span> </span>0,09<span> </span>kg</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span>Upah :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Pekerja<span> </span>=<span> </span><span> </span>0,23<span> </span><span> </span>OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Tukang<span> </span>=<span> </span><span> </span>0,09<span> </span><span> </span>OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kep.Tukang<span> </span>=<span> </span>0,009 <span> </span>OH</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mandor<span> </span>=<span> </span>0,0117 OH</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Bila pembaca akan membuat kolom dengan ukuran seperti gambar diatas, hitung pajang total kolom, kemudian kalikan kebutuhan material atau<span> </span>upah setiap 1 meter kolom.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Tetapi untuk kebutuhan material alam biasanya lebih dari perhitungan sampai dengan 75% karna pengaruh pada pengukuran dibak truck , dan yg tercecer.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Saran untuk membeli material alam sebaiknya pendatangan tdk sekaligus, usahakan bertahap, karna bila terlalu banyak material dapat mempersulit gerak pekerja,dan akan banyak yg tercecer.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>4. Cara Menghitung Kebutuhan Materail dan Upah Dinding Pasangan ½ bata.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Hitung keliling dinding, kalikan dengan tinggi<span> </span>didapat luas kotor, kemudian cari luas pintu, luas jendela, atau luas-luas bidang lain yg tidak ada pasangan batanya, luas bidang-bidang yang tidak ada pasangan bata dijumlah, kemudian luas kotor dinding dikurangi dengan luas bidang yang tidak ada pasangan bata, maka didapat luas bersih pasangan bata.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Contoh : </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Luas dinding kotor, misal panjang dinding 30 meter tinggi 3 meter, maka luas dinding kotor 30 x 3 = 90 m2.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Luas bidang yang tidak dipasangi bata. Misal luas kusen total 10 m2, maka luas bidang yang dipasangi bata = 90 – 10 = 80 m2.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Jenis Pasangan bata ada 2, pasangan trasram yaitu pasangan bata 30 cm diatas sloof, campuran yang digunakan 1 semen : 3 Pasir ( untuk lebih jelas lihat postingan terdahulu).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sedangkan campuran untuk dinding diatas trasram, campuran yang biasa digunakan adalah, campuran 1 semen : 6 pasir, 1 semen : 8 pasir, 1 semen : 3 kapur : 10 pasir.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Kebutuhan Material dan Upah Pasangan Trasram</span></strong><span> :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Hitung luas pasangan Trasram dengan cara total keliling dinding dikalikan dengan 30 cm (tinggi pasangan Trasram dapat diambil lebih). Kurangi luas yang tidak ada pasangan trasram, misal didapat luas pasangan trasram 20 m2 :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kebutuhan Material Campuran 1 semen : 3 Pasir<span> </span>:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>1.<span> </span></span></span><span><span>Bata merah 5 x 11 x 22<span> </span>: 20 m2 x 70 bh <span> </span>= 1400 bh</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>2.<span> </span></span></span><span><span>Semen <span> </span>: 20 m2 x 14,37 kg<span> </span><span> </span>=<span> </span>287,4 kg=7,2 zak (40kg)</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>3.<span> </span></span></span><span><span>Pasir<span> </span>: 20 m2 x 0,04 m3<span> </span>=<span> </span>0,8 m3</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Upah :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>1.<span> </span></span></span><span><span>Pekerja<span> </span>: 20 m2 x 0,30 OH<span> </span>= 0,6 OH</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>2.<span> </span></span></span><span><span>Tukang Batu <span> </span>: 20 m2 x 0,10 OH<span> </span>= 0,2 OH</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>3.<span> </span></span></span><span><span>Kepala tukang<span> </span>: 20 m2 x 0,01 OH<span> </span>= 0,2 OH</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>4.<span> </span></span></span><span><span>Mandor<span> </span>: 20 m2 x 0,015 OH<span> </span>= 0,3 OH</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Untuk mendapatkan kebutuhan material pasangan trasram 1 m2 , tiap tiap item dibagi 20 m2</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Kebutuhan Material dan Upah Pasangan Bata diatas Pasangan Trasram :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Seperti contoh diatas dianggap luas pasangan ½ bata<span> </span>bersih 80 m2 .</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kebutuhan Material Campuran 1 semen : 6 Pasir.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>1.<span> </span></span></span><span><span>Bata merah 5 x 11 x 22<span> </span>: 80 m2 x 70 bh <span> </span>= 5600 bh</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>2.<span> </span></span></span><span><span>Semen <span> </span>: 80 m2 x 14,37 kg<span> </span><span> </span>=<span> </span>1.149,6 kg=28,74 zak (40kg)</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>3.<span> </span></span></span><span><span>Pasir<span> </span>: 80 m2 x 0,04 m3<span> </span>=<span> </span>3,2 m3</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Upah :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>1.<span> </span></span></span><span><span>Pekerja<span> </span>: 80 m2 x 0,30 OH<span> </span>= 24 OH</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>2.<span> </span></span></span><span><span>Tukang Batu <span> </span>: 80 m2 x 0,10 OH<span> </span>=<span> </span>8 OH</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>3.<span> </span></span></span><span><span>Kepala tukang<span> </span>: 80 m2 x 0,01 OH<span> </span>= 0,8 OH</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>4.<span> </span></span></span><span><span><span> </span>Mandor<span> </span>: 80 m2 x 0,015 OH<span> </span>= 1,2 OH</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kebutuhan Material Campuran 1 semen : 6 Pasir.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>1.<span> </span></span></span><span><span>Bata merah 5 x 11 x 22<span> </span>: 80 m2 x 70 bh <span> </span>= 5600 bh</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>2.<span> </span></span></span><span><span>Semen <span> </span>: 80 m2 x 7,185 kg<span> </span><span> </span>=<span> </span>574,8 kg=14,37 zak (40kg)</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>3.<span> </span></span></span><span><span>Pasir<span> </span>: 80 m2 x 0,08 m3<span> </span>=<span> </span>6,4 m3</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Upah :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>1.<span> </span></span></span><span><span>Pekerja<span> </span>: 80 m2 x 0,30 OH<span> </span>= 24 OH</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>2.<span> </span></span></span><span><span>Tukang Batu <span> </span>: 80 m2 x 0,10 OH<span> </span>=<span> </span>8 OH</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>3.<span> </span></span></span><span><span>Kepala tukang<span> </span>: 80 m2 x 0,01 OH<span> </span>= 0,8 OH</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>4.<span> </span></span></span><span><span><span> </span>Mandor<span> </span>: 80 m2 x 0,015 OH<span> </span>= 1,2 OH</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Untuk campuran perbandingan yang lain dapat dilihat pada analisa pekerjaan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Cara mencari berapa jumlah material dan upah sama seperti diatas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>5. Cara menghitung Kebutuhan Material &amp; Upah Pekerjaan Plesteran </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Perhitungan luas bidang plesteran adalah dua kali dari luas pasangan dinding bata, misalkan luas dinding bata 80 m2 maka luas plesteran adalah 80 m2 x 2 = 160 m2.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sedangkan campuran plesteran ada beberapa macam , mulai dari campuran 1 semen : 3 Pasir , 1 semen : 5 pasir, 1 semen : 2 kapur : 8 pasir.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Untuk hasil yang baik plesteran pada trasram gunakan campuran 1 semen : 3 pasir, sedangkan yang diatasnya dapat mengunakan campuran yang lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Kebutuhan material dan upah pekerjaan plesteran trasram (1 semen : 3 pasir)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Perhitungan luas sama dengan seperti mencari luas pada pasangan bata, misal didapat pasangan bata luas 20 m2 maka plesteran trasram 20 m2 x 2 = 40 m2.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kebutuhan Material :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span><span> </span>Semen <span> </span>=      40 m2 x 7,776 kg <span> </span>= 310,4 kg =      7,76 zak ( 40 kg)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pasir <span> </span>= 40 m2 x 0,023 m3<span> </span>= 0,92 m3</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strukturrumah.com/cara-menghitung-rap-rencana-anggaran-pelaksanaan-pembangunan-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>67</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
