Posts Tagged ‘Pembangunan Rumah’

Dalam melakukan pelaksanaan pekerjaan pembangunan rumah atau bangunan sipil yang sejenis, ada beberapa pekerjaan penunjang yang sering terabaikan, sedangkan pekerjaan penunjang tersebut sangat berpengaruh pada hasil akhir.

Seperti, pengukuran siku dari bangunan, terkadang pengukuran hanya sampai pada pekerjaan sloof, karena menganggap sloof sudah siku, sehingga saat memulai pekerjaan pemasangan bata, bangunan tidak disiku ulang, padahal ada kemungkinan sloof tidak siku akibatnya dinding menjadi tidak siku, dan diketahui kalau bangunan tersebut tidak siku saat pekerjaan pemasangan lantai, bila hal ini terjadi biasanya agar bangunan tersebut menjadi siku, plesteran dinding dibuat tebal mengikuti selisih ukuran.

Agar hal ini tidak terjadi sebaiknya pengukuran siku bangunan di mulai saat pekerjaan bouwplank, kemudian disiku kembali pada pekerjaan fondasi, juga pada pekerjaan sloof, dan terakhir disiku kembali saat memulai pekerjaan pemasangan dinding.

Kurang penyiraman air atau perendaman, ada beberapa pekerjaan yang sebelum dimulai sebaiknya material disiram air atau direndam, seperti pekerjaan sloof sebelum melakukan pengecoran sebaiknya disiram air selain untuk membersihkan kotoran yang ada pada begesting juga agar beton dapat meresap pada fondasi, pada pekerjaan pemasangan bata sebelum dimulai sebaiknya bata disiram, juga pada pekerjaan plesteran atau acian, dan pada pekerjaan pemasangan keramik, sebaiknya keramik disiram air, tujuannya agar spesi dapat meresap kedalam keramik.

Dan ada juga pekerjaan yang bila selesai dikerjakan sebaiknya disiram atau direndam air, seperti pekerjaan bata, plesteran, acian dan pekerjaan beton. Read the rest of this entry »

By : Denawi Usman

Yang dimaksud dengan RAP (Rencana Anggaran Pelasanaan ), adalah kebutuhan material dan tenaga secara detail untuk menyelesaikan suatu bangunan, atau dapat juga dimaksud dengan penjabaran dari RAB (Rencana Anggaran Biaya).

Pada umumnya RAB digunakan untuk mengajukan penawaran pekerjaan borongan, sedangkan RAP digunakan untuk menentukan jumlah material dan tenaga dalam pelaksanaan pembangunan.

RAB dihitung berdasarkan Analisa BOW sedangkan RAP dihitung dengan kombinasi antara analisa BOW dan kebutuhan sesungguhnya.

Contoh Perhitungan RAP.

fondasi-stal-tengah

1. Fondasi Batu kali

Pertama-tama hitung total panjang Fondasi, misal didapat panjang fondasi 75 meter, kemudian hitung luas penampang yaitu dg cara (0,7 + 0,3)/2 x 0,7 = 0,35 m2, sehingga didapat Volume pasangan fondasi = 0,35 m2 x 75 m = 26,25 m3. Read the rest of this entry »

Create your own banner at mybannermaker.com!
Spam

Berlangganan Masukan Email:

Delivered by FeedBurner

Subscribe to updates
Linktiger.com - Broken links finding service
   

Click here to get Viral Traffic Bar - Increase Free Website Traffic
IKLAN
Image Hosting by PictureTrail.com
Support Doctors Without Borders in Haiti