Archive for the ‘Struktur Rumah’ Category
CaraMenghitung Volume Pekerjaan Bagunan 2 Lantai | tamat, adalah kelajutan dari artikel Cara Menghitung Volume Pekerjaan Bangunan 2 Lantai Bagian Empat, Tiga, Dua, Satu, Sebaiknya untuk memahami artikel Cara Menghitung Volume Pekerjaan Bangunan 2 Lantai, Baca artikel bagian sebelumnya.
XII. PEKERJAAN PENGECATAN
a. Cat dinding =luas plesteran
Luas = 63,46 + 520,14 m2
b. Cat Plafond dan dak
Luas Plafon = 7,5 m2
Luas dak = 71 m2
Luas balok
Dimensi 15/30= (0,15+0,18+0,18) x panjang balok
(0,18 didapat dari tinggi balok – tebal plat)
Luas dimensi 15/30 = (0,51) x 68 = 34,68m2
Dimensi 15/20=(0,15+0,08+0,08) x 12 = 3,72 m2
Dimensi 18/40 =(0,18+0,28+0,28) x 5= 3,7 m2
Luas total = 7,5 + 71 + 34,68 + 3,72 + 3,7 = 120,6 m2
c. Pekerjaan Pengecatan Kusen dan daun pintu
dihitung pendekatan
Kusen
Panjang total = 59,8 m
Lebar = (0,08×2)+(0,12×2) = 0,4 m
Luas = 59,8 x 0,4 = 23,92 m2
d. Pengecatan daun pintu dan jendela
luas = (5,67+3,2+3,36) x 2 = 24,46 m2
B. PEKERJAAN LANTAI 2 Read the rest of this entry »
Cara Menghitung Volume Bangunan 2 lantai bagian 4 adalah kelajutan dari Cara menghitung Volume Bangunan 2 lantai bagian 3 dan 2 dan 1, sehingga bagi pembaca artikel ini sebaiknya membaca artikel yang terdahulu yaitu bagian 1 DISINI dan Bagian 2 DISINI Bagian 3 DISINI, seperti saya tulis pada artikel yang lalu, seharusnya setiap pembahasan pada artikel ini disertai dengan gambar agar bisa jelas asal usul angka, tetapi karena keterbatasan disk space kami, maka gambar kami buat terpisah, bila pembaca ini mempelajari cara menghitung silakan Down Load dulu gambar DISINI. Pada Akhir Artikel Cara Menghitung Volume Bangunan 2 Lantai akan dibuat TABEL RAB dan JADWAL PELAKSANAAN.
VIII. PEKERJAAN KUSEN DAN DAUN PINTU
Kusen Menggunakan kayu ukuran 8/12
a. Kusen P1
Jumlah 3 bh
Panjang = (2,5×2)+(0,9×2) = 6,8 m x 3 bh = 20,4 m
Volume = 0,08 x 0,12 x 20,4 = 0,196 m3
Daun pintu doble plywood = 0,9 x 2,1 = 1,89 m2 x 3 = 5,67 m2
Daun boven dari kaca = 0,5 x 0,9 = 0,45 m2 x 3 = 1,35 m2
b. Kusen P2
Jumlah = 2 bh
Panjang = (2 x 2) + 0,8 = 4,8 m x 2 = 5,6 m
Volume = 0,08 x 0,12 x 5,6 = 0,048 m3
Daun Pintu doble plywood = 0,8 x 2 = 1,6 m2 x 2 = 3,2 m2
c. Kusen BV
Jumlah = 2 bh
Panjang = (0,4×2)+(0,6×2) = 2 m x 2 bh = 4 m
Volume = 0,08 x 0,12 x4 = 0,04 m3
Daun BV = 0,4 x 0,6 x 2 = 0,48 m2
d. Kusen J 1
Jumlah = 1 bh
Panjang = (2 x 2) + (0,7 x 3) = 6,1 m
Volume = 0,08 x 0,12 x 6,1 = 0,059 m3
Daun jendela = 0,7 x 1,5 = 1,05 m2
Daun BV = 0,5 x 0,7 = 0,35 m 2
d. Kusen PJ 1 Read the rest of this entry »
Cara Menghitung Volume Bangunan 2 lantai bagian 3 adalah kelajutan dari Cara menghitung Volume Bangunan 2 lantai bagian 2 dan 1, sehingga bagi pembaca artikel ini sebaiknya membaca artikel yang terdahulu yaitu bagian 1 DISINI dan Bagian 2 DISINI, seperti saya tulis pada artikel yang lalu, seharusnya setiap pembahasan pada artikel ini disertai dengan gambar agar bisa jelas asal usul angka, tetapi karena keterbatasan disk space kami, maka gambar kami buat terpisah, bila pembaca ini mempelajari cara menghitung silakan Down Load dulu gambar DISINI. Pada Akhir Artikel Cara Menghitung Volume Bangunan 2 Lantai akan dibuat TABEL RAB dan JADWAL PELAKSANAAN
VI. PEKERJAAN PLESTERAN DINDING
1. Plesteran dinding 1 PC : 3 Pasir
Plesteran digunakan didaerah yang sering terkena air, yaitu plesteran kamar mandi dan plesteran di trasram Luas Plesteran adalah luas pasangan bata dikali dua.
Luas Pasangan Bata = 21,8 + 41,66 = 63,46 m2
2. Plesteran dinding 1 PC : 6 Pasir
Luas dinding bata = 260,07 m2
Luas Plesteran dinding = 260,07 x 2 = 520,14 m2
VII. PEKERJAAN PASANGAN KERAMIK Read the rest of this entry »
Artikel ini merupakan Kelanjutan dari Cara Menghitung Volume Pekerjaan Pembangunan Rumah 2 Lantai | Bagian 1, Sebaiknya sebelum membaca artikel ini hendaklah membaca artikel yang terdahulu DISINI agar dapat memahami, Seperti kami tuliskan pada artikel yang lalu seharusnya setiap pembahasan disertai dengan gambar, tetapi karena keterbatasan Disk Space dari web Struktur Rumah, maka gambar kami pisahkan dengan cara mendown load satu paket.
IV. PEKERJAAN BETON.
1. Pekerjaan Sloof
a. Sloof Praktis 15/20
Panjang sloof = (15 + 1,5(4))+(2 + 1,5 + 2)= 26,5 m
Volume = 26,5 x 0,15 x 0,2 = 0,8 m3
Kerena beton nonstruktur gunakan setiap 1 m3 membutuhkan beton 150 kg
b. Sloof Utama 15/20
Panjang Sloof = (7+2+5+7+7+5)+(10+3,5+4+3+13) = 66,5 meter
Volume = 66,5 x 0,15 x 0,2 = 2 m3
Kerena beton struktur gunakan setiap 1 m3 membutuhkan beton 200 kg
2. Pekerjaan Balok Utama dan Ring Balk Read the rest of this entry »
Pada Artikel ini kami menyajikan cara menghitung volume pekerjaan Pembangunan rumah 2 lantai, Karena Panjangnya artikel maka kami buat bersambung dan juga seharusnya setiap pembahasan agar dapat dimengerti disertai dengan gambar, tetapi karena keterbatasan DiskSpace yang di miliki web ini maka gambar kami pisahkan untuk di download tersendiri, dan kami sarankan agar dapat dimengerti setiap pokok bahasan silakan Down Load Gambar DISINI.
A. PEKERJAAN LANTAI 1
I. PEKERJAAN AWAL
1. Pembersihan Lokasi
Sebelum memulai pekerjaan lokasi perlu dibersihkan, biasanya di table RAB pembersihan lokasi dihitung dengan satuan lump sump, yang artinya harga perkiraan.
2. Pekerjaan Pengukuran dan Bouwplank.
Pekerjaan Pengukuran adalah pekerjaan mengukur batas-batas dan peil dari suatu bangunan yang diikuti dengan pekerjaan Bouwplank .
Cara menghitung Volume = (pajang bangunan + 2 meter)x2 + (lebar bangunan + 2 meter)x2 = meter
Volume untuk denah diatas = (15+2)x2 + (8,5+2)x2 = 55 meter
II.PEKERJAAN GALIAN DAN URUGAN Read the rest of this entry »
Dalam melaksanakan pekerjaan bangunan sipil sebaiknya dibuat jadwal waktu pelaksanaan, yang fungsinya adalah untuk mengetahui lamanya waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut, dan juga untuk menentukan berapa tenaga dan biaya yang dibutuhkan tiap minggunya, termasuk waktu pendatangan material sehingga pekerjaan tersebut dapat di antisipasi keterlambatan material dan kekurangan tenaga, dan juga sebaliknya tidak berlebihan material maupun tenaga yang dapat menyebabkan harga dari bangunan tersebut menjadi tinggi.
Jadwal Pelaksanaan bermacam macam, pada contoh saya menggunakan jadwal pelaksanaan model garis, atau batang.
CONTOH RENCANA ANGGARAN BIAYA PEMBANGUNAN Read the rest of this entry »
Dalam melakukan pelaksanaan pekerjaan pembangunan rumah atau bangunan sipil yang sejenis, ada beberapa pekerjaan penunjang yang sering terabaikan, sedangkan pekerjaan penunjang tersebut sangat berpengaruh pada hasil akhir.
Seperti, pengukuran siku dari bangunan, terkadang pengukuran hanya sampai pada pekerjaan sloof, karena menganggap sloof sudah siku, sehingga saat memulai pekerjaan pemasangan bata, bangunan tidak disiku ulang, padahal ada kemungkinan sloof tidak siku akibatnya dinding menjadi tidak siku, dan diketahui kalau bangunan tersebut tidak siku saat pekerjaan pemasangan lantai, bila hal ini terjadi biasanya agar bangunan tersebut menjadi siku, plesteran dinding dibuat tebal mengikuti selisih ukuran.
Agar hal ini tidak terjadi sebaiknya pengukuran siku bangunan di mulai saat pekerjaan bouwplank, kemudian disiku kembali pada pekerjaan fondasi, juga pada pekerjaan sloof, dan terakhir disiku kembali saat memulai pekerjaan pemasangan dinding.
Kurang penyiraman air atau perendaman, ada beberapa pekerjaan yang sebelum dimulai sebaiknya material disiram air atau direndam, seperti pekerjaan sloof sebelum melakukan pengecoran sebaiknya disiram air selain untuk membersihkan kotoran yang ada pada begesting juga agar beton dapat meresap pada fondasi, pada pekerjaan pemasangan bata sebelum dimulai sebaiknya bata disiram, juga pada pekerjaan plesteran atau acian, dan pada pekerjaan pemasangan keramik, sebaiknya keramik disiram air, tujuannya agar spesi dapat meresap kedalam keramik.
Dan ada juga pekerjaan yang bila selesai dikerjakan sebaiknya disiram atau direndam air, seperti pekerjaan bata, plesteran, acian dan pekerjaan beton. Read the rest of this entry »
By : Denawi Usman
Beton adalah campuran antara semen pasir dan krikil (split), yang merupakan sala satu konstruksi yang sangat penting dalam struktur bangunan, fungsi dari beton adalah untuk menahan daya desak, sehingga dalam pengerjaan pembuatan beton hendaknya diperhatikan dengan seksama, agar dapat tercapai mutu beton sesuai dengan yang diharapkan.
PERSIAPAN
Sebelum pembuatan beton dimulai, semua alat pengaduk dan alat pengangkut beton harus bersih, sebelum beton dicor lokasi yang akan di cor harus dibersihkan dari kotoran kotoran.
PENGADUKAN
Pengadukan beton pada semua mutu beton, kecuali mutu Bo, harus dilakukan dengan mesin pengaduk, agar pengadukan dapat sempurna, selama pengadukan berlangsung, kekentalan adukan beton harus dijaga, apakah jumlah air pencapur sudah cukup tepat, waktu pengadukan bergantung pada kapasitas pengaduk, tetapi pada umumnya lama pengadukan diambil paling sedikit 1,5 menit setelah semua bahan bahan dimasukan ke dalam drum pengaduk, perhatikan apabila pengadukan sempurna hasil adukan mempunyai warna yang sama.
PENGANGKUTAN
Pengangkutan adukan beton dari tempat pengadukan ketempat pengecoran harus dilaksanakan jangan sampai terjadi pemisahan dan kehilangan bahan, apabila jarak pengangkutan jauh dan memerlukan waktu, adukan beton umumnya harus dicor dalam waktu 1 jam setelah pengadukan dengan air, dan bila diperlukan waktu pengangkutan yang panjang, jangka waktu tersebut dapat diperpanjang 2 jam tetapi adukan beton harus digerakan kontinu secara mekanis, bila diperlukan waktu yang lebih panjang lagi maka diperlukan bahan penghambat pengikatan.
PENGECORAN DAN PEMADATAN
Beton harus dicor sedekat dekatnya ke tujuannya yang terakhir untuk mencegah pemisahan bahan bahan akibat pemindahan adukan di dalam cetakan, sejak pengecoran dimulai, pekerjaan harus dilanjutkan tanpa henti sampai mencapai lokasi yang ditentukan.
Untuk mencegah rongga rongga kosong dan sarang sarang kerikil, adukan beton harus dipadatkan selama pengecoran, pemadatan dapat dilakukan dengan menumbuk numbuk adukan atau dengan memukul mukul cetakan, tetapi dianjurkan untuk menggunakan alat pemadat mekanis (vibrator). Read the rest of this entry »















